Laman

Rabu, 23 Oktober 2013

Tentang Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau, Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi sebesar 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.
Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.[8] Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Minggu, 20 Oktober 2013

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baghdad secara resmi memulai kembali melaksanakan tugas dan fungsi sebagai perwakilan diplomatik dan kekonsuleran sejak penghentian sementara aktivitasnya pada pertengahan Maret 2003.
Reaktivasi KBRI Baghdad menjadi kenyataan setelah tim reaktivasi diterima oleh Wakil Menlu Irak Labib Abbawi, untuk menyampaikan "Letter of Introduction (LOI)" dari Menteri Luar Negeri Indonesia kepada Menteri Luar Negeri Irak pada 29 Juni 2011, demikian siaran pers dari KBRI di Baghdad yang diterima di Jakarta, Jumat.
Minister Counsellor, Dharmakirty SP, ditunjuk sebagai Kuasa Usaha Ad Interim sampai tibanya duta besar Republik Indonesia untuk Republik Irak. Reaktivasi KBRI Baghdad merupakan komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral baik di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya.
Kedua negara telah mempunyai hubungan kedekatan sejarah yang sangat kuat yang dimulai dari sikap Irak yang menjadi salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945, mendukung perjuangan Indonesia dalam pengembalian Irian Jaya dan hadir pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.
Dalam berbagai isu terkait Indonesia, pemerintah Irak secara konsisten senantiasa menegaskan dukungannya terhadap negara kesatuan RI dan Irak juga menentang keras campur tangan asing terhadap masalah Indonesia. Irak berpendapat bahwa stabilitas Indonesia sangat penting bagi seluruh negara Islam dan negara berkembang.
Kedekatan hubungan tersebut mendorong Indonesia untuk terus mempertahankan keberadaan Kedubes RI di Baghdad pada berbagai krisis yang melanda Irak, baik semasa perang Irak-Iran (1980-1986), serangan pasukan multinasional ke Irak tahun 1991, maupun menjelang invasi Amerika ke Irak pada pertengahan Maret 2003.
Hingga saat ini, Indonesia dan Irak telah menandatangani 15 perjanjian dan telah mempunyai mekanisme kerja sama bilateral "Joint Commission Meeting". Di bidang ekonomi, nilai perdagangan Indonesia dan Irak telah mencapai sebesar 83 juta dolar AS untuk Januari-Maret 2011.
Hubungan diplomatik Indonesia-Irak secara resmi dibuka pada 1950 dan pada 1961 kedua negara membuka kedutaan besarnya masing-masing di Jakarta dan Baghdad.